Diskusi Publik Bali Art Society: “Strategi Komunikasi Komunitas Seni” | 2 Mei 2013, di Art Center, Denpasar

Posted on


Diskusi Publik:
Strategi Komunikasi Komunitas Seni
Pembicara: Richard Horstman
Moderator: Burat Wangi

Waktu : Kamis, 2 Mei 2013, pukul 16.30 Wita
Tempat : Sekretariat BAS, Taman Budaya (Art Center), Jl. Nusa Indah, Denpasar, Bali.
Telepon: 0361 4013901.
E-mail: baliartsociety(at)gmail.com

Gratis
Untuk Umum

Strategi Komunikasi Komunitas Seni

Pertumbuhan seni rupa di Bali yang berbasis komunitas, merupakan modal sosial yang kuat untuk membuat jejaring dengan pelbagai pihak. Melalui strategi komunikasi yang tepat guna, para pemangku kebijakan (stakeholder) akan berpartisipasi dalam membangun infratsruktur seni rupa secara utuh menyeluruh dan berkesinambungan.

Hubungan yang erat antara komunitas seni dan komunitas sosial yang lain sangat penting untuk merangsang proses kreatif seniman dan memperluas medan apresiasi seni rupa di tengah masyarakat.
Disamping itu menumbuhkan Social Entrepreneurship. Social Entrepreneurship merupakan sebuah istilah turunan dari kewirausahaan. Gabungan dari dua kata, social yang artinya kemasyarakatan, dan entrepreneurship yang artinya kewirausahaan. Pengertian sederhana dari Social Entrepreneur adalah seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial (social change), melalui kegiatan bisnis yang fondasi dari segala kegiatannya adalah berorientasi untuk menghasilkan dampak positif secara sosial tetapi juga tetap menghasilkan revenue dari kegiatan tersebut.

Demikianlah pokok soal yang akan dipaparkan Richard Horstman dalam Diskusi Publik yang pertama digelar Bali Art Society (BAS). Richard Horstman, pengamat seni rupa dan konsultan komunikasi. Menulis seni rupa untuk pelbagai media, antara lain, The Jakarta Globe, Ubud Life, Ubud Community, dan sebagainya. Pria asal Australia ini memutuskan hidup di Ubud, Bali. Aktif sebagai anggota Dewan Ketua Bali Art Society.

Diskusi Publik akan dipandu oleh Burat Wangi, yang telah berpengalaman dalam menangani manajemen seni. Ia mengenyam pendidikan Studied Business and Organizational Management di Antioch University Santa Barbara, Amerika. Pada musim semi, sedari 23 Januari hingga 16 Mei 2012 yang lalu, terlibat dalam produksi teater, ” Shackled Spirits” karya Made Wianta yang berkolaboirasi dengan Prof. Lynn Kremer, di College of the Holy Cross, Worcester, Massachusetts. Ia kini menjadi manajer eksekutif pada Wianta Foundation. Selain itu, di Bali Art Society menjabat sebagai Sekretaris Umum.

Gelaran diskusi ini merupakan program yang diagendakan setiap bulan. Selain Diskusi Publik. BAS pada bulan Mei akan menggelar Diskusi Buku: “CONTEMPORARY ART: A Very Short Introduction” karya Julian Stallabrass (Oxford University Press, 2006) dengan mendapuk pembicara Arif Bagus Prasetyo. Diskusi Buku ini diikhtiarkan untuk menambah wawasan publik tentang Seni Rupa Kontemporer.

Informasi program BAS, datanglah ke Sekretariat BAS, Taman Budaya (Art Center), Jl. Nusa Indah, Denpasar, Telepon: 0361 4013901.

Diskusi Publik_Strategi Komunikasi Komunitas Seni

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s