Sandyakala Sastra #31 “Sosok Ibu dalam Karya Sastra Indonesia” | 13 April 2013, di Bentara Budaya Bali

Posted on


Sandyakala Sastra #31
SOSOK IBU DALAM KARYA SASTRA INDONESIA
Sabtu, 13 April 2013 Pukul 19.00 Wita – selesai

di Bentara Budaya Bali
Jl. Prof IB. Mantra No. 88 A (by Pass) Ketewel
Denpasar, Indonesia
Sejak berabad lampau, sosok Ibu sering diabadikan dalam aneka karya seni, seperti sastra, musik, lukis, dan patung. Sosok Ibu itu muncul dalam karya seni yang bersifat sakral dan profan. Sebagai karya seni yang sakral, muncul dalam wujud patung Bunda Maria (Katolik), Dewi Kwam In (Buddha dan Konghucu), Dewi Laksmi (Hindu). Dalam budaya Bali, sosok Ibu (yoni) adalah lambang kesuburan, seperti terlihat dalam patung Men Brayut, sosok Ibu yang memiliki banyak anak.

Sosok Ibu muncul dalam karya sastra lisan maupun tulisan, karya sastra klasik, tradisional, modern maupun kontemporer, berbentuk prosa atau puisi. Sosok ibu yang populer terdapat dalam legenda Sangkuriang, Malin Kundang. Dalam kisah Sangkuriang, anak berusaha mengawini ibunya. Dalam cerita Malin Kundang, Ibu mengutuk anaknya yang durhaka.

Bagaimana dengan karya sastra Indonesia kontemporer? Sosok ibu muncul dalam bentuk puisi, prosa liris, cerpen, novel, juga naskah drama. Dalam karya-karya sastra Indonesia mutakhir tersebut, figur ibu tidak selalu dilukiskan berhati mulia, namun bisa juga muncul sebagai pemarah, pendendam, bahkan bisa membunuh anak kandungnya sendiri. Melalui Sandyakala Sastra #31, Wayan Sunarta mencoba mencermati kehadiran Ibu dalam karya sastra, baik sebagai sosok simbolis maupun sebagai pribadi sehari-hari.

Wayan Sunarta dilahirkan di Denpasar, 22 Juni 1975. Tulisannya telah dimuat di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, The Jakarta Post, Jurnal Kebudayaan Kalam dan sebagainya. Kumpulan cerpennya yang telah terbit Cakra Punarbhawa (2005), Purnama di Atas Pura (2005), dan Perempuan yang Mengawini Keris (2011). Kumpulan puisinya antara lain Malam Cinta (2007), dan Pekarangan Tubuhku (2010). Peraih Krakatau Award 2002, karyanya juga tergabung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2004.

BENTARA BUDAYA BALI

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s